Puluhan hotel di DIY bangkrut setelah diterpa pandemi Covid selama hampir setahun terakhir hingga menjual aset yang dimiliki. Kondisi tersebut mengundang keprihatinan dari DPRD DIY yang berharap ada langkah nyata Pemda DIY untuk melakukan upaya penyelamatan.

Wakil Ketua Komisi B DPRD DIY, RB Dwi Wahyu Budiantoro mengatakan pemerintah seharusnya berpikir mencari opsi untuk mengurai kondisi tersebut. Saat ini menurut Dwi, DIY mengalami kekurangan shelter yang bisa memanfaatkan hotel-hotel tersebut.

“Apalagi ini kita kan kekurangan ruangan rumah sakit. Yang dijual ini coba dipetakan mana yang representatif untuk rumah sakit. Mana yang mungkin ditransaksikan ya ditransaksikan,” ungkapnya.

Dwi juga meminta Pemda untuk membaca peluang yang ada dari hotel-hotel tersebut. Apakah kemungkinan memanfaatkan hotel sebagai ruang untuk UMKM seperti yang sebelumnya diterapkan pada Hotel Mutiara.

“Ada juga mungkin survei bisa untuk UMKM seperti yang sudah dilakukan pada Hotel Mutiara. Apalagi UMKM ini kan disebut sebagai penunjang perekonomian DIY tapi sarana prasarana minim sekali,” sambung dia.

Senada, anggota Komisi B DPRD DIY, Nurcholis Suharman menambahkan jika sangat memungkinkan mengubah fungsi hotel sebagai shelter lantaran penularan Corona masih tinggi di DIY. Di sisi lain, tanggap darurat Covid-19 juga masih terus diperpanjang di DIY hingga 28 Februari mendatang.

“Sebaiknya memang dilakukan, karena ini situasinya darurat maka sebaiknya pemerintah daerah juga memiliki pola pikir kedaruratan, termasuk pengadaan ruang perawatan. Kalau memungkinkan ya dilakukan, difungsikan hotel-hotel itu,” terang politisi Golkar ini.

Sumber: KR Jogja